Serifikat Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Cabang Demak


Serifikat Kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII Cabang Demak


Read more


Logo dan Sertifikat PMII


Inilah Logo PMII



Ini adalah Sertifikat Waktu Mapaba PMII Komisariat Universitas Sultan Fatah Demak

Read more


METODE PENGAJARAN HURUF VOKAL DAN KONSONAN DALAM BAHASA ARAB

METODE PENGAJARAN HURUF VOKAL DAN KONSONAN DALAM BAHASA ARAB
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Arab
Dosen Pengampu: H. Nur Hadi, S. Ag

Disusun oleh :
Nur Syafa’atul Khutmala
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS SULTAN FATAH DEMAK
TAHUN 2010

A. Latar Belakang

Bahasa arab adalah bahasanya umat Islam, apapun suku, bangsa, lingkungan dan warna kulit. Selama mereka muslim, maka bahasa arab adalah bahasa mereka. Bahasa arab telah menjadi bahasa dunia semenjak awal kemunculan Islam sampai sekarang. Hampir 2/3 penduduk dunia memakai bahasa arab. Ketahuilah, bahasa arab adalah bahasa al Qur’an dan juga bahasanya ahli surga.
Rasulullah SAW bersabda :
Artinya : ”Cintailah Arab karena tiga alasan : karena Aku bangsa arab, al qur’an berbahasa arab, dan bahasa penghuni surga adalah bahasa arab.”
Memahami Hadist diatas kita sebagai umat Islam patut berbangga dan berbesar hati dengan bahasa arab. Semoga ini dapat kita jadikan cambuk untuk memotivasi diri kita dalam mencintai dan mempelajari bahasa arab.

B. Rumusan Masalah

Hal- hal yang dapat dijadikan rumusan masalah adalah:
2. Bagaimanakah pengertian huruf vokal dan konsonan?
3. Bagaimanakah tentang materi pembelajarannya ?

C. Pembahasan

  1. Metode Pengajaran
Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan sesuatu untuk kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Berdasarkan pengertian tersebut, maka metode pengajaran adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan pengajaran guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Sedangkan metode yang menurut penulis efektif adalah metode Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Metode pembelajaran pakem merupakan salah satu model pembelajaran yang diinginkan dalam implementasi KTSP di dalam kelas. Secara umum tujuan penerapan pakem adalah agar proses pembelajaran yang di laksanakan di kelas agar dapat merangasang aktivitas dan kreativitas belajar peserta didik serta dilaksanakan dengan efektif dan menyenangkan. Model ini merupakan salah satu alternatif solusi untuk menciptakan lulusan yang berkualitas, kompetitif, dan unggul.
Agar suatu metode dapat berjalan dengan efektif maka ada faktor- faktor yang harus diperhatiakn antara lain karakteristik siswa, situasi dan kondisi, kemampuan dan pribadi guru serta sarana dan prasarana yang digunakan
  1. Pengertian Huruf Vokal dan Konsonan
Dalam pelajaran bahasa arab ada istilah vokal dan konsonan. Vokal adalah huruf hidup yaitu: a [ɛ̈],i [ɪ], u [ʊ]. yang mana lisan di dalam mengucapkan tidak menemui kesulitan. Sedangkan konsonan adalah huruf mati, yang mana lisan didalam mengucapkan menemui kesulitan.
Pertama yang perlu diketahui bagi peserta didik, didalam mempelajari bahasa arab adalah dapat membedakan huruf hidup (vokal) dan dan huruf mati (konsonan). Sedangkan yang bisa membedakan antara huruf hidup dan huruf mati didalam huruf- huruf arab (huruf hijaiyah) adalah harakat.
Huruf hijaiyah bisa dikatakan hidup ketika :
· Berharakat fatkhah, contoh :
· Berharakat kasrah, contoh :
· Berharakat dlomah, contoh :
Huruf hijaiyah dikatakan mati ketika :
· Berharakat sukun, contoh :
· Huruf terakhir ketika di baca waqaf, contoh : dibaca
Bahasa Arab juga memiliki penekanan, yang disebut tashdid. Penekanan tashdid hanya terjadi di konsonan. Sementara itu, penekanan pada huruf vokal juga terjadi, disebut harkat panjang. Seperti misalnya pada kata KAA-tib (penulis), terjadi penekanan pada huruf vokal, yaitu pemanjangan harkat. Lalu, contoh lainnya yaitu, ma-JAL-LA (majalah), terjadi penekanan pada huruf "La" dimana la merupakan konsonan, dan mendapat penekanan dobel tashdid.[1]
  1. Materi Pembelajarannya
Siswa dapat menguasai materi dengan cara mengucapkan huruf- huruf hijaiyah pada makhraj dan intonasi secara benar, kemudian siswa diajarkan beberapa sub bab bahasa arab yaitu:
1. Mufrad ( kosakata)
Kegiatan pokok dalam mufrad adalah menghafalkan kosakata yang disediakan dengan lafal dan intonasi yang benar. Penguasaan siswa terhadap kosakata sangat menentukan keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran secara keseluruhan.
2. Istima’ (mendengarkan)
Kegiatan pokok dalam istima’ adalah mendengarkan guru yang membaca teks percakapan. Dengan melakukan kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami kalimat- kalimat bahasa arab yang diucapkan loeh guru.
3. Muhadasah (percakapan)
Kegiatan pokok dalam muhadasah adaalh percakapan antara guru dan siswa atau siswa dengan siswa lainnya. Dengan melakukan kegiatan ini diharapkan siswa mampu melakukan percakapan dalam bahasa arab dan mampu menerapkan intonasi dan bahasa tubuh yang sesui dalam percakapan tersebut.
4. Qira’ah (membaca)
Kegiatan pokok dalam qira’ah adalah siswa membaca bacaan yang disediakan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami teks- teks dalam bahasa arab, baik yang menggunakan harakat maupun tidak.
5. Kitabah (menulis)
Kegiatan kitabah dimulai dengan menyalin kalimat- kalimat yang ada di dalam buku. Hal ini bisa dilakukan dengan cara guru menuliskan kalimat- kalimat tersebut. Kemudian siswa menuliskannya di atas kertas kosong atau buku tulis masing- masing.

D. Kesimpulan

Dari berbagai macam uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan pengajaran guna mencapai tujuan yang ditentukan. Bila ditinjau lebih dalam sebenarnya keunggulan suatu metode terletak pada beberapa faktor antara lain karakteristik siswa, situasi dan kondisi, kemampuan dan pribadi guru serta sarana dan prasarana yang digunakan.
Dalam pelajaran bahasa arab terdiri dari lima komponen pembelajaran pada umumnya adalah Mufrad, istima’, muhadash, qiro’ah, dan kitabah. Dengan cara ini siswa bisa lebih cepat memahami dan menguasai dalam berbahasa arab.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab, di akses tanggal 02 Desember 2010

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab

Read more


INTERNET DAN MAHASISWA

INTERNET DAN MAHASISWA

Oleh : Untung Ali Romdon
Abstrak
Mahasiswa need of internet because very important for task from teacher. Internet is source of science beside library. Internet can make positive and negative.
keywords
Untung Ali Romdon, internet, mahasiswa, perpustakaan, warnet, moral, pengunjung, artikel, makalah, negative, positif.

A. Pendahuluan

Kata internet sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa, bahkan mungkin hampir setiap hari kita bersinggungan dengan internet. Dalam kehidupan yang serba modern seiring dengan arus globalisasi yang tidak terbendung maka penggunaan internet oleh mahasiswa sudah menjadi perkara yang wajib. Di dalam internet hampir segala yang kita inginkan ada disitu, sebut saja artikel, lagu, film, apapun itu bisa di cari di internet yang biasanya di cari dengan search engine atau dalam bahasa kerennya mbah google.
Mahasiswa yang dalam keseharian selalu dibebani oleh dosen berbagai macam tugas, ternyata tidak jarang yang mencari dai dalam internet. Bahkan istilah copy paste sering terdengar ditelinga kita. Sebagai mahasiswa haruslah menjunjung tinggi nilai- nilai kejujuran. Apabila dalam menyusun sebuah makalah dan sejenisnya sumbernya mengutip maka ada baiknya asal sumber tersebut di cantumkan dalam sebuah footnote itulah prinsip ilmiah mahasiswa. Lalu seberapa pentingkah internet buat mahasiswa? Dan bagaimana kiprah perpustakaan yang nota bane nya sebagai sumber referensi yang terpercaya? Berikut akan penulis uraikan.

B. Pentingkah Internet Untuk mahasiswa?

Internet telah tumbuh menjadi sedemikian besar sebagai alat informasi dan komunikasi yang tidak dapat diabaikan. Saat ini telah ratusan ribu jaringan lokal terhubung ke internet. Penggunanya kini telah mencakup berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, surat kabar, penerbit, stasiun TV, artis, para pendidik, pengelola perpustakaan, penggemar komputer, dan sebagainya.
Bagi mahasiswa yang disibukkan dengan seabrek tugas dari dosen mungkin tidak akan bisa menyelesaikan tugas dengan sempurna tanpa bantuan internet. Dipungkiri atau tidak kehadirannya sangat membantu dalam hal mencari sumber makalah dan tugas- tugas lainnya. Apalagi di dalam area kampus sekarang banyak yang menyediakan hot spot area yang mana itu sangat membantu bagi yang ingin terhubung dengan dunia internet. Ditambah lagi menjamurnya warung internet di berbagai sudut kota.
Sementara itu mahasiswa juga dapat menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan dalam bidang penelitian
Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan mahasiswa dalam menggunakan internet sebagai sumber informasi diataranya :
1. Referensi yang digunakan artikel tersebut
2. Keaslian sumber artikel tersebut.
3. Apakah artikel tersebut dapat dipertanggung jawabkan?
Hal- hal seperti ini kelihatan sepele tetapi bila dicermati lebih jauh lagi hal ini akan dapat membantu sekali apabila suatu saat makalah ataupun tugas kita apabila diminta pertanggungjawaban maka akan dapat mudah terlacak. Internet merupakan sumber belajar bagi mahasiswa yang mana apabila dalam perkuliahan hanya beberapa hal pokok saja yang dibahas maka didalam internet mahasiswa akan menemukan semua hal yang berhubungan dengan mata kuliah tersebut.
Disamping sebagai sumber informasi internet juga digunakan sebagai ajang bergaul di dunia maya diantaranya facebook dan twiter. Di dalam jejaring sosial tersebut banyak hal positif maupun negative yang dapat kita temui. Diantaranya kita bisa berinteraksi dengan orang dari berbagai macam suku, golongan maupun agama. Dari sisi negative ternyata banyak dari mereka yang berinteraksi dengan dunia maya yang tidak jujur, memang dalam jejaring sosial tersebut tidak mengharuskan seseorang untuk jujur. Selain itu beredarnya rusaknya moral anak bangsa sebagian disebabkan beredarnya conten- conten pornografi yang tidak terbendung . di pungkiri atau tidak hanya beberapa warnet yang menerapkan internet sehat dengan cara tidak memberi sekat antara kompter satu dengan komputer lainnya.
Pembatasan conten yang dulu pernah di utarakan pemerintah mungkin hanya isapan jempol belaka karena pada kenyataannya conten tersebut masih dapat dengan mudah di unduh.
Dalam beberapa kasus ada kejadian penculikan yang mana hal tersebut dikarenakan karena interaksi di dunia maya, oleh karena itu sekali lagi prinsip kehati- hatian harus selalu di utamakan. Internet bagaikan 2 mata pisau apabila kita gunakan secara positif maka akan sangat bermanfaat sekali tetapi apabila kita gunakan secara negative maka dapat merusak moral bangsa.

C. Kiprah Perpustakaan

Seiring boomingnya penggunaan internet, pengunjung perpustakaan semakin hari semakin berkurang. Dari pengamatan penulis di perpustakaan Masjid Agung Demak ternyata jumlah pengunjung berkurang drastis yang salah satu penyebabnya diperkirakan beralihnya referensi para mahasiswa yang dahulu menggunakan buku sekarang beralih kepada internet.
Padahal referensi yang paling relevan adalah buku karena segala sumber data dapat dipertanggungjawabkan. Perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan tidak boleh kita lupakan.
Memang dari segi kemudahan mencari bahan referensi internet lebih unggul dibandingkan perpustakaan. Di perpustakaan kita harus mencari sumber dari satu buku ke buku lainnya tetapi di internet kita hanya tinggal ketik apa yang kita inginkan maka akan muncul dengan sendirinya apa yang kita cari.
Menghadapi hal semacam ini mungkin perpustakaan bisa berbenah untuk mencari daya tarik pengunjung agar lebih ramai lagi untuk dikunjungi. Kita tentu tidak ingin perpustakaan seperti museum yang biasanya selalu sepi dari pengunjung yang terkadang ramai kalau hanya waktu ada pameran atau hari- hari tertentu saja.
Selain karena pengaruh internet sepinya perpustakaan juga terjadi karena memang minat baca masyarakat Indonesia masih rendah (BPS th 2007) orang lebih memilih menonton TV (85,9 %) atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca Koran (23,5 %).
Untuk itu kita sebagai masyarakat terpelajar kita harus mampu meningkatkan minat baca mayarakat kita agar sumber daya manusia kita dapat terangkat karena masyrakat yang cerdas adalah sumber dari kemajuan bangsa.

Read more


Foto SPL Sultan Fatah Demak Ke Bali Tahun 2011

Read more


KOMPARASI METODE PENDIDIKAN RSBI DAN NON RSBI

Disampaikan Dalam Diskusi Mahasiswa Fakultas Agama Islam

Unversitas Sultan Fatah Demak

Tanggal 4 Mei 2011

Oleh :

Untung Ali Romdon

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS SULTAN FATAH DEMAK

2011


KOMPARASI METODE PENDIDIKAN RSBI DAN NON RSBI

Oleh : Untung Ali Romdon[1]

A. Pendahuluan

Pendidikan merupakan pondasi dasar kemajuan suatu bangsa. Dengan tingginya kualitas pendidikan maka cita- cita bangsa ini akan lebih mudah tercapai. Untuk memajukan suatu pendidikan ditopang oleh banyak hal diantaranya kurikulum, metode, sarana dan prasarana, dan lain- lain.

Saat ini kurikulum yang di pakai di sekolah adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). KTSP merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan dibidang pendidikan agar kurikulum benar – benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan akan datang dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, Nasional dan tuntutan global dengan semangat Manajemen berbasis Sekolah (MBS). Adapun tujuan dari KTSP adalah untuk mencapai tujuan pendidikan ditingkat satuan pendidikan.

Dalam Bab XIV pasal 50 ayat 3 Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disebutkan bahwa pemerintah daerah harus mengembangkan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan menjadi bertaraf internasional. Penjelman dari UU tersebut adalah dibentuknya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Metode pengajarannya pun berbeda antara sekolah yang RSBI dan non RSBI. Dan Metode inipun akan membawa out put yang berbeda.

B. Macam Metode Pendidikan

Metode dapat diartikan sebagai cara untuk penyampaian materi pelajaran kepada anak didik Menurut Mohammad Athiyah al-absary mendefisikannya sebagai jalan yang diikuti untuk memberi kefahaman kepada murid-murid dalam segala macam hal pelajaran dan mata pelajaran.

Metode pendidikan ada beberapa macam diantaranya ;

1. Metode Diskusi adalah suatu cara penyampaian pelajaran di mana guru memberi kesempatan kepada peserta didik/ kelompok-kelompok untuk mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatif pemecahan masalah.

2. Metode Tanya jawab ialah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan pertanyaan kepada peserta didik tentang pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang sudah mereka baca dengan sambil memperhatikan proses berfikir di antara peserta didik.

3. Metode Perumpamaan atau metafora adalah metode yang mengembangkan kemampuan analisis dalam rangka menemukan makna Metafora adalah sebuah gaya bahasa yang merupakan cara untuk mengungkapkan sesuatu dengan melukiskannya atau mengkiaskan secara langsung. Jadi ungkapan itu langsung berupa kiasan bukan makna sesungguhnya. Makna tersebut mengalami perubahan karena persamaan sifat antara satu obyek dengan obyek lainnya.

4. Metode eksperimen, Suatu metode yang dilakukan dalam suatu pelajaran tertentu terutama yang bersifat objektif, seperti ilmu pengetahuan alam, baik dilakukan di dalam/di luar kelas maupun dalam suatu laboratorum tertentu Metode pemahaman dan penalaran.

5. Metode demonstrasi, Metode ini adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesutau kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan yang sedang disajikan. Tujuan metode ini adalah memperjelas pengertian konsep atau suatu teori.

6. Metode pemberian tugas, Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya

7. Metode sosiodrama, Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya.

8. Metode drill, Suatu cara mengajar yang digunakan dengan cara memberikan latihan yang diberikan guru kepada murid agar pengetahuan dan kecakapan terentu dapat menjadi atau dikuasi oleh anak.

9. Metode kerja kelompok.

10. Metode proyek, memecahkan masalah dengan langkah-langkah secara ilmiah, logis dan sistematis

C. Metode Pendidikan Sekolah RSBI

Sekolah yang sudah mempunyai kualitas yang tinggi ditunjuk oleh direktorat jendral untuk menjadi sekolah RSBI. Sekolah-sekolah tersebut dipersiapkan secara bertahap melalui pembinaan oleh pemerintah dan stakeholders, dalam jangka waktu tertentu yaitu empat tahun diharapkan sekolah tersebut mampu dan memenuhi kriteria untuk menjadi SBI.

Dengan adanya RSBI harapan untuk meningkatkan sumber daya manusia tentu akan lebih mudah diraih. RSBI atau Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional adalah sekolah yang mempunyai kelebihan khusus dalam proses belajar mengajar. Yang mana proses ini diharuskan menggunakan sistem Bilingual yaitu sistem 2 bahasa pengantar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Adapun tujuan dari dibentuknya RSBI adalah sebagai berikut[2] :

1. Untuk membina sekolah yang secara bertahap ditingkatkan dan dikembangkan komponen, aspek, dan indikator SNP dan sekaligus keinternasionalannya;

2. Untuk menghasilkan suatu sekolah yang memenuhi IKKM (SNP) dan memenuhi IKKT sekaligus, sehingga dapat menjadi SBI;

3. Sekolah merintis dapat menghasilkan lulusan yang memilki kompetensi lulusan dan diperkaya dengan standar kompetensi pada salah satu sekolah terakreditasi di negara anggota OECD atau negara maju lainnya;

4. Sekolah merintis dapat menghasilkan lulusan yang memilki daya saing komparatif tinggi yang dibuktikan dengan kemampuan menampilkan unggulan lokal di tingkat internasional;

5. Sekolah merintis dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan bersaing dalam berbagai lomba internasional yang dibuktikan dengan perolehan medali emas, perak, perunggu dan bentuk penghargaan internasional lainnya;

6. Sekolah merintis dapat menghasilkan lulusan yang memilki kemampuan bersaing kerja di luar negeri terutama bagi lulusan sekolah menengah kejuruan;

7. Sekolah merintis dapat menghasilkan lulusan yang memilki kemampuan berperan aktif secara internasional dalam menjaga kelangsungan hidup dan perkembangan dunia dari perspektif ekonomi, sosio-kultural, dan lingkungan hidup;

8. Sekolah merintis dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan menggunakan dan mengnembangkan teknologi komunikasi dan informasi secara profesional.

Pembelajaran di sekolah RSBI tentu saaj berbeda dengan sekolah non RSBI. Waktu pembelajaran biasnya dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 15.30 WIB dan bisa di bilang one day school. Penekanan sekolah ini adalah penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada mata pelajaran ilmu pengetahuan digunakan dua bahasa pengantar yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Sekolah harus mampu mempertahankan standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Selain standar ini juga ada standar pemenuhan 30 % pengajar harus S2, ruang kelas diharuskan mempunyai LCD Proyektor, nilai sekolah minimal 850, luas sekolah minimal 1 hektar, memiliki laboratorium bahasa, berstandar ISO, serta memiliki kelengkapan sanitasi, yaitu satu toilet untuk setiap 20 siswa.

Metode pembelajaran sekolah RSBI dapat bermacam- macam disesuaikan dengan tema dan materi mata pelajaran tersebut. Semua metode diatas dapat diterapkan namun ada beberapa metode yang sering digunakan yaitu ceramah, diskusi, eksperimen dan pemberian tugas.

D. Metode Pendidikan Sekolah Non RSBI

Pembelajaran merupakan seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperanan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik (Winkel, 1991).

Pengaturan peristiwa pembelajaran dilakukan secara seksama dengan maksud agar terjadi belajar dan membuat berhasil guna (Gagne, 1985). Oleh karena itu pembelajaran perlu dirancang, ditetapkan tujuannya sebelum dilaksanakan, dan dikendalikan pelaksanaannya (Miarso, 1993)

Proses pembelajaran yang berhasil guna memerlukan teknik, metode, dan pendekatan tertentu sesuai dengan karakteristik tujuan, peserta didik, materi, dan sumber daya. Sehingga diperlukan strategi yang tepat dan efektif.

Faktor yang memengaruhi proses pembelajaran terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berkaitan dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas. Guru harus dapat melaksanakan proses pembelajaran, oleh sebab itu guru harus memiliki persiapan mental, kesesuaian antara tugas dan tanggung jawab, penguasaan bahan, kondisi fisik, dan motivasi kerja

Faktor eksternal adalah kondisi yang timbul atau datang dari luar pribadi guru, antara lain keluarga dan lingkungan pergaulan di masyarakat. Faktor lingkungan, yang dimaksud adalah faktor lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan sekolah

KTSP mengacu pada sistem pembelajaran berbasis kompetensi, yaitu pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.

Prinsip pembelajaran berbasis kompetensi adalah sebagai berikut:

a. Berpusat pada peserta didik agar mencapai kompetensi yang diharapkan. Peserta didik menjadi subjek pembelajaran sehingga keterlibatan aktivitasnya dalam pembelajaran tinggi. Tugas guru adalah mendesain kegiatan pembelajaran agar tersedia ruang dan waktu bagi peserta didik belajar secara aktif dalam mencapai kompetensinya.

b. Pembelajaran terpadu agar kompetensi yang dirumuskan dalam KD dan SK tercapai secara utuh. Aspek kompetensi yang terdiri dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan terintegrasi menjadi satu kesatuan.

c. Pembelajaran dilakukan dengan sudut pandang adanya keunikan individual setiap peserta didik. Peserta didik memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan belajar yang beragam. Oleh karena itu dalam kelas dengan jumlah tertentu, guru perlu memberikan layanan individual agar dapat mengenal dan mengembangkan peserta didiknya.

d. Pembelajaran dilakukan secara bertahap dan terus menerus menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) sehingga mencapai ketuntasan yang ditetapkan. Peserta didik yang belum tuntas diberikan layanan remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberikan layanan pengayaan atau melanjutkan pada kompetensi berikutnya.

e. Pembelajaran dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, sehingga peserta didik menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Oleh karena itu guru perlu mendesain pembelajaran yang berkaitan dengan permasalahan kehidupan atau konteks kehidupan peserta didik dan lingkungan.

f. Pembelajaran dilakukan dengan multi strategi dan multimedia sehingga memberikan pengalaman belajar beragam bagi peserta didik.

g. Peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan narasumber

Pada dasarnya metode pendidikan yang digunakan antara sekolah RSBI dan non RSBI adalah cenderung sama. Hal yang paling membedakan adalah adanya bahasa pengantar untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi menggunakan bilingual yaitu dua bahasa , Indonesia dan Inggris.

Sekolah non RSBI hanya mengacu pada kurikulum berbasis KTSP yang mana sekolah mempunyai hak untuk mengelola dirinya sendiri.

E. Kesimpulan

Metode pendidikan merupakan cara untuk menyampaikan materi kepada peserta didik, yang mana cara ini ada bermacam- macam diantaranya ceramah, diskusi, perumpamaan, eksperimen, demonstrasi, pembagian tugas, sosiodrama, drill, kerja kelompok dan proyek.

Metode pendidikan antar sekolah RSBI dan non RSBI cenderung sama yang membedakan adalah di sekolah RSBI menggunakan bahasa pengantar Bilingual yaitu menggunakan dua bahasa, bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.



[1] Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Sultan Fatah Demak

[2] http://krisna1.blog.uns.ac.id/2011/01/01/konsep-sbi-dan-rsbi/

Read more

Diberdayakan oleh Blogger.

Tentang Saya

Foto saya
orangnya baek, jujur, baik hati,pecinta wanita, sekarang sedang kuliah di unisfat demak ambil tarbiyah

My Blogs

free counters

Followers

Categories

tags
Name: Alamat: Email:
Web hosting for webmasters