PROBABILITAS

PROBABILITAS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Logika
Dosen Pengampu: Ahmad Nur Qodin, S.HI




Disusun oleh :
Kelompok VII
Ahmad Rudhiarto
Muhammad Fauzan
Nanik Muhajiroh
Siti Mukaromah
Untung Ali Romdon


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS SULTAN FATAH DEMAK
TAHUN 2010

PROBABILITAS
Oleh:
Ahmad Rudhiarto, Muhammad Fauzan, Nanik Muhajiroh, Siti Mukaromah
Untung Ali Romdon
A. Latar Belakang
Kehidupan adalah tempat kita menentukan kebijaksanaan didasarkan atas kemungkinan-kemungkinan. Sedikit sekali hal-hal yang pasti dalam hidup ini, sesuatu yang kita yakini sebagai “benar” bila kita analisis secara tepat dengan fakta yang ada akan hanya menunjukkan, tingkatan dari kemungkinan yaitu biasanya, kemungkinan besar, mungkin sekali, ataupun hampir pasti.
Generalisasi, teori, hubngan kausal yang telah kita pelajari meskipun didukung oleh fakta-fakta yang cukup dan terpercaya, konklusinya dipakai sebagai dasar deduktif, toh tidak memberikan pengetahuan yang pasti. Itulah sebabnya David Hume berkata bahwa “Apabila kita mempergunakan argumen yang disusun atas dasar pengalaman kita di masa lampau sebagai dasar pertimbangan untuk membut ramalan di masa mendatang maka argumen ini haya merupakan kemugkinan (probabilitas).

B. Rumusan Masalah
Hal- hal yang dapat dijadikan rumusan masalah adalah:
1. Apakah pengertian probabilitas?
2. Berapakah macamnya probabilitas?
3. Bagaimana hubungan ilmu dan probabilitas?

C. Pembahasan
1. Pengertian probabilitas.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia Probabilitas adalah kemungkinan. Peluang atau kebolehjadian atau dikenal juga sebagai probabilitas adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi . Secara umum Probabilitas dapat dipahami sebagai suatu nilai dari 0 s/d 1 yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan terjadinya suatu peristiwa.
Sedikitnya terdapat dua hal penting yang perlu digarisbawahi dari pengertian di atas yaitu mengenai kemungkinan (peluang) dan pengertian tentang kejadian.
Suatu kejadian (event), adalah sekumpulan atau lebih dari hasil-hasil yang mungkin pada suatu eksperimen. Adapun hasil (outcome) adalah sekumpulan data yang merupakan seluruh hasil dari eksperimen. Sedangkan eksperimen (experiment) sendiri menjelaskan suatu proses yang dilakukan untuk mendapatkan hasil-hasil yang dapat diamati lebih jauh. Sebagai contoh, proses pelemparan dadu untuk mendapatkan hasil adalah merupakan suatu eksperimen (experiment). Sedangkan 1, 2, 3, 4, 5, 6 adalah keseluruhan hasil (outcomes) yang mungkin terjadi. Kumpulan angka genap (2, 4, 6) atau kumpulan angka ganjil (1, 3, 5) adalah kejadian (event).
Contoh lain, menghitung jumlah pegawai golongan III dengan masa kerja di atas 5 tahun adalah merupakan suatu eksperimen (experiment). 0, 1, 2, dst adalah hasil yang mungkin terjadi (outcome). Lebihdari 15 pegawai golongan III dengan masa kerja di atas 5 tahun, kurang dari 27 pegawai golongan III dengan masa kerja di atas 5 tahun adalah contoh-contoh dari kejadian (event).
Membicarakan kemungkinan terjadinya sesuatu maka sama saja dengan membicarakan hal yang belum terjadi. Dalam statistika, lingkup yang membicarakan mengenai hal yang belum terjadi atau memperkirakan sesuatu yang "besar" (populasi) berdasarkan informasi dari sebagian kecil yang diambil dari sesuatu yang besar tersebut (sampel) adalah lingkup statistika inferensia.

2. Macam-macam Probabiltas.
Ada 2 macam probabilitas:
 Probabilitas a priori yaitu probabilitas yang disusun berdasarkan perhitungan akal, bukan atas dasar pengalaman. contoh: untuk menentukan berapa kemungkinan mata dadu yang bakal keluar, maka mempunyai kemungkinan 1/6, karena sebuah mata dadu mempunyai enam muka. Bila dua mata uang dilemparkan, maka kemungkuinan jatuh dengan dua kali sisi depannya adalah ½ x ½ = 1/4.
 Probabilitas relative frekuensi, yaitu probabilitas yang disusun berdasarkan statistic atas fakta-fakta empiris, seperti probabilitas tentang gagalnya tembakan pistol adalah 5. Maksudnya bahwa setiap 100 kali pistol ditembakkan maka paling tidak 5 kali diantaranya macet. Ini disusun atas dasar pengamatan atas peristiwa.

3. Ilmu dan Probabilitas
Berdasarkan kenyataan bahwa teori generalisasi dan kausalitas bersifat probabilitas, maka ilmu-ilmu tidak pernah memberi keterangan yang pasti tentang peristiwa-peristiwa. Teori dan keterangan yang diberikannya bersifat kemungkinan. ini perlu kita sadari bahwa ilmu itu tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Ia berbeda dengan ilmu pedukunan yang berani menyatakan misalnya:”Minumlah ini, anda pasti sembuh” ilmu paling-paling menyatakan: Minumlah obat ini, kemungkinan besar anda akan sembuh”. Meskipun penjelasan yang diberikan oleh ilmu adalah penjelasan probabilitik, namun probailistik yang dapat dipertanggung jawabkan, karena ia disusun berdasarkan pengalaman.
Teori ilmu memberikan kepada kita pengetahuan sebagai dasar kita mengambil keputusan. Keputusan yang kita ambil berdasarkan keterangan keilmuwan itu, dengan memandang resiko yang bakal kita hadapi. Meskipun ramalan cuaca memberikan kemungkinan 0,8 tidak akan hujan (tidak memberikan 1,00 pasti tidak hujan), toh dari keterangan ini kita bisa mengambil keputusan. Ramalan 0,8 tidak akan turun hujan berarti ada peluang 0,2 untuk turun hujan. Bila kita hendak bepergian meskipun kita tahu ada peluang 0,2 turun hujan, toh kita tidak akan mengurungkan niat kita, karena sudah cukup bagi kita jaminan 0,8 tidak akan turun hujan. jika kita mempunyai penyakit yang bila kena air hujan akan kambuh sedemikian hebatnya, maka kita akan ragu-ragu untuk memutuskan pergi. kalaupun kita memutuskan pergi kita akan memakai jaket, payung dan alat penutup lainnya yang lebih rapat. jadi tindakan yang akan kita ambil berdasarkan resiko yang mungkin timbul dari pilihan kita berkaitan dengan probabilitas ilmu bagi kehidupan kita.

D. Kesimpulan
Dari berbagai macam uraian diatas dapat disimpulkan bahwa:
1. Probabilitas adalah kemungkinan terjadinya suatu peristiwa antara 0 s/d 1
2. Macam- macam probabilitas ada dua yaitu: Probabilitas a priori yaitu probabilitas yang disusun berdasarkan perhitungan akal, bukan atas dasar pengalaman dan Probabilitas relative frekuensi, yaitu probabilitas yang disusun berdasarkan statistic atas fakta-fakta empiris
3. Teori generalisasi dan kausalitas bersifat probabilitas, maka ilmu-ilmu tidak pernah memberi keterangan yang pasti tentang peristiwa-peristiwa. Teori ilmu memberikan kepada kita pengetahuan sebagai dasar kita mengambil keputusan

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Peluang_matematika
http://luckypermana.blogspot.com/2008/10/pengertian-probabilitas.html
Mundiri,Drs., Logika, Semarang: Rajawali Pers, 2006.


Diberdayakan oleh Blogger.

Tentang Saya

Foto saya
orangnya baek, jujur, baik hati,pecinta wanita, sekarang sedang kuliah di unisfat demak ambil tarbiyah

My Blogs

free counters

Followers

Categories

tags
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Name: Alamat: Email:
Web hosting for webmasters