TAKTIK PEMBELAJARAN

TAKTIK PEMBELAJARAN YANG BISA DITERAPKAN

MATA PELAJARAN PAI PADA KURIKULUM KTSP

Oleh: Untung Ali Romdon

A. Latar Belakang

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus behasil dengan baik, sebab Pendidikan Agama Islam akan dapat membentuk sikap siswa menjadi positif. Dengan Pendidikan Agama Islam yang baik, siswa dapat memiliki iman yang kuat, dapat memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, tekun, jujur, sopan santun, dan sifat-sifat terpuji lainnya, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat pula bagi keluarga, lingkungan, dan Negara.

Keberhasilan pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat membutuhkan Guru yang terampil, professional, kreatif. Siswa mampu menguasai kompetensi dari segi aspek kognitif, efektif, maupun psikomotorik

Maka sebelum dilaksanakan proses pembelajaran, guru harus membuat perencanaan pembelajaran terlebih dahulu. Dengan membuat perencanaan pembelajaran, maka guru dapat mempersiapkan apa yang akan dilakukan ketika proses pembelajaran berlangsung, sehingga pembelajaran berlangsung efektif. Guru merencanakan materi, metode, taktik, sumber belajar, media dan periklanan yang dipakai, agar siswa dapat menguasai kompetensi yang diinginkan. Selain itu juga diperlukan pengembangan materi, indikator, dan metode atau kegiatan itu sendiri.

B. Rumusan Masalah

Hal- hal yang dapat dijadikan rumusan masalah adalah:

1. Apakah pengertian taktik pembelajaran?

2. Bagaimanakah taktik dan siasat pembelajaran?

3. Bagaimanakah taktik pembelajaran PAI?

C. PEMBAHASAN

1. Pengertian Taktik Pembelajaran

Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekaligus juga seni (kiat)

Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

2. Taktik dan Siasat Pembelajaran

Untuk menjalankan strategi, diperlukan kiat-kiat tertentu agar nilai strategis atau rasionalitas dari setiap bentuk aktivitas pembelajaran di kelas dapat diwujudkan. Kiat-kiat tertentu dari setiap bentuk aktivitas guru-murid di kelas tersebut dinamakan taktik pembelajaran. Dengan perkataan lain, taktik pembelajaran adalah kiat guru dalam merealisasi aktivitas pembelajaran di kelas.

Davies (1987:121) menyatakan, taktik pembelajaran meliputi aspek-aspek pembelajaran yang lebih rinci dan lebih teknis dari pada strategi. Baik-buruknya pembelajaran lebih banyak ditentukan oleh taktik dari pada strategi. Taktik pembelajaran terwujud dalam bentuk langkah-langkah tindakan taktis yang tersusun dalam suatu prosedur pembelajaran. Dengan langkah-langkah tindakan yang taktis, proses belajar anak menjadi efektif dan efisien. Efektif dalam arti, kualitas dan kuantitas pencapaian tujuan pembelajaran sesuai dengan kualitas dan kuantitas tujuan yang direncanakan. Sedangkan efisien artinya pencapaian tujuan tersebut sesuai dengan daya yang tersedia. Baik daya yang berkait dengan tenaga dan kemampuan guru, fasilitas belajar yang ada, maupun biaya yang digunakan guru untuk pelaksanaan pembelajaran tersebut.

Kiat atau taktik untuk melaksanakan aktivitas pembelajaran di kelas, di samping bersifat terencana, juga bersifat kondisional dan transaksional. Artinya sejumlah aktivitas kelas baik aktivitas guru maupun aktivitas siswa di kelas ada yang secara sistematis telah direncanakan sebelumnya. Perencanaan tersebut secara tertulis didokumentasikan di persiapan pembelajaran. Meskipun demikian, belum bisa dijamin bahwa seluruh rencana pembelajaran tersebut dapat direalisasikan dalam aktivitas aktual di kelas. Kondisi dan keadaan kelas dapat saja berubah dari asumsi-asumsi keadaan kelas yang diperkirakan saat perencanaan tersebut dibuat. Akibat dari itu, aktivitas-aktivitas kelas perlu diubah dari rencana semula dan disesuaikan seketika itu, berdasarkan penyesuaian-penyesuaiannya dengan realitas yang ada di kelas. Kiat untuk menjalankan aktivitas kelas yang sifatnya kondisional dan transaksional tersebut dinamakan siasat. Dengan kata lain, untuk menjalankan taktik pembelajaran diperlukan siasat

3. Taktik Pembelajaran PAI

Mata pelajaran PAI pada madrasah adalah Fiqih, Qur’an hadist , akidah akhlak, dan sejarah kedubudayaan Islam. Dalam menyampaikan meteri ini seorang pendidik harus mempunyai taktik tersendiri agar materi pelajaran dapat mudah terserap oleh peserta didik. Taktik ini harus mengacu pada tujuan Pendidikan Agama Islam.

Menurut Hujair AH. Sanaky (2003:157) tujuan Pendidikan Agama Islam adalah mewujudkan cendekiawan muslim yang bertakwa dan berakhlak mulia, cerdas, cakap, terampil, mandiri dan bertanggung jawab terhadap kemaslahatan umat, mempersiapkan peserta didik untuk menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau profesional untuk menyelesaikan tugas-tugas dan kewajibannya sehari-hari, yaitu dengan menerapkan dan mengembangkan ilmu dan keterampilan yang ada pada dirinya di masing-masing lingkungannya, mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang bermanfaat bagi manusia.

Menurut Abdul Majid dan Dian Andayani (2004:13) pada Kurikulum KTSP Pendidikan Agama Islam secara nasional terdapat daftar sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa. Kurikulum ini ditandai dengan ciri-ciri: Pertama, lebih menitik beratkan pada pencapaian target kompetensi. Kedua, lebih mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pendidikan yang tersedia. Ketiga, memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pelaksanaan pendidikan di lapangan untuk mengembangkan dan melaksanakan program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.

D. Kesimpulan

Taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Taktik pembelajaran adalah kiat guru dalam merealisasi aktivitas pembelajaran di kelas.

Taktik ini harus mengacu pada tujuan Pendidikan Agama Islam. tujuan Pendidikan Agama Islam adalah mewujudkan cendekiawan muslim yang bertakwa dan berakhlak mulia, cerdas, cakap, terampil, mandiri dan bertanggung jawab terhadap kemaslahatan umat, mempersiapkan peserta didik untuk menjadi masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau profesional dll.


0 komentar to "TAKTIK PEMBELAJARAN"

Diberdayakan oleh Blogger.

Tentang Saya

Foto saya
orangnya baek, jujur, baik hati,pecinta wanita, sekarang sedang kuliah di unisfat demak ambil tarbiyah

My Blogs

free counters

Followers

Categories

tags
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Name: Alamat: Email:
Web hosting for webmasters